Halaman

Senin, 12 Agustus 2013

H-11

Ga terasa sudah tanggal 13, berarti 11 hari lagi insyallah status saya berubah menjadi seorang istri,,(amiin mudah-mudahan dilancarkan semuanya).

Banyak yang nanya gimana persiapanya, deg-degan ga?.persiapan alhamdulilah lancar santai dan belum ada kendala soalnya acara nya cuman akad dulu baru resepsinya insyallah 2 bulan lagi.

Banyak yang nanya kenapa ga di gabungin aja jadi satu kan lebih hemat,ya rencana awal emang pinginya di jadiin satu cuman di pikir-pikir agak ribet juga kalo jadi satu coz aku dan si mas kan belum halal jadi agak susah buat ngurus pernikahan bareng, jadi di ambillah solusi di halalkan dulu baru kita ngurusin bareng buat acara resepsi.

Alhamdulilah untuk persiapan akad sendiri aku dan si mas ga terlalu ribet, cuman ngurusin surat-surat di KUA dan ngurus menu makanan buat ngundang keluarga deket aja.

Kalo masalah deg-degan sampai sekarang saya belum deg-degan heee,ga tau tah entar klo udah deket banget.

Ya mohon doanya semoga dilancarkan semuanya dari akad terus resepsi dan setelah menikah nanti kami bisa menjadi keluarga yang sakinah,mawaddah warohmah harmonis romantis terus sehingga bisa berjodoh dunia akherat amiin

Jumat, 21 Juni 2013

Pemenang Sesungguhnya

Ehh tau ga kemaren saya habis ikut lomba xxx dan saya menang loh, keren ga keren kan?. Eeeh kamu menang sih dapat hadiah, aku juga ahhh mau ikutan kaya kamu biar aku dapat hadiah. Eeeh bikin quiz dong kalo yang hasilnya bagus dapat hadiah, ntar saya loh yang menang.

Itu contoh ungkapan-ungkapan seseorang yang ingin selalu jadi yang terbaik tapi jalannya salah kesannya lebih ke haus akan pujian. Tiap hari yang saya dengar hanya ocehan-ocehan yang membaganggakan dirinya, saya yang paling pintar lah, saya yang paling terbaik di antara teman-teman yang lain. Kalo berpendapat ga mau kalah dan merasa selalu benar sendiri, istilahnya wis salah ko ngeyelan.

Menjadi yang terbaik itu hak setiap orang, dan setiap orang mang wajib memilki keinginan untuk jadi yang terbaik agar hasrat untuk hidup lebih bergairah, mental pemenang itu harus ada dalam setiap individu tapi mental pemenang yang sesungguhnya itu dia tidak pernah meminta imbalan tidak pernah meminta pujian, yang ada dalam pikiranya bagaimana saya selalu menghasilkan yang terbaik memberikan yang terbaik.

Jadilah Pemenang yang sesungguhnya, bukan seseorang yang merasa pemenang akan tetapi sebenarnya dia pecundang karena takut ga mendapat pujian dari orang lain.

Jadilah pemenang yang benar memberikan yang terbaik, bukan memberikan terbaik menurut versinya karena ingin mendapat imbalan.

Ingat mental pemenang adalah orang yang selalu menang di arena manapun, orang yang selalu memberikan  terbaik meskipun ga mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain.

Karena Tuhan bersama orang-orang pemenang yang sesungguhnya.






Kamis, 20 Juni 2013

Menjadi Ratu di Kerajaan Sendiri

Memiliki karir yang gemilang di perusahaan international itu mungkin cita-cita harapan hampir sebagian orang yang ingin berkarir di perusahaan orang lain. Di tambah memiliki rekan kerja yang menyenangkan friendly sekali itu membuat zona nyaman tersendiri.

Tapi jika ternyata keadaan itu berbalik bagaimana? karir yang biasa aja ga cemerlang-cemerlang amat dan ga redup redup amat di tambah rekan kerja yang menyebalkan, bisa di bilang bermuka dua dan gampang meremehkan sesama rekan kerja. Ahhh itu bisa terjawab bikin ga betah di kantor.

Rasanya keadaan itu membuat rasa ingin segera keluar dari pekerjaan tersebut. Tapi apalah daya mungkin Tuhan belum mengabulkan doa dan cita-cita nya, sehingga membuat dia bertahan dalam arena semacam itu dan selalu menyakinkan dalam dirinya bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik jika dia sudah berusaha dan selalu bersyukur atas apa yang ia dapatkan.

Setiap hari dia datang ke kantor dengan rasa syukur mengalahkan rasa kecewa terhadap perlakuan temannya, dia berusaha semaksimal mungkin tetep profesional dan bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaannya tanpa mengharap kenaikan level yang muluk-muluk. 

Dia tiap hari hanya berdoa agar Tuhan meridhoi setiap langkahnya dan memberi kebarokahan terhadap rezeki yang dia terima. Dia sudah tidak menggubris ocehan rekan kerja nya yang meremehkan nya, dia terfokus pada tujuan yang mulia membahagiakan orang-orang yang dia sayangi dengan bekerja sungguh-sungguh dan baik. Masalah kenaikan level dan gaji biarlah Tuhan yang memberikan level dan gaji yang terbaik untuknya.

Dia selalu yakin akan rencana-rencana Tuhan untuk nya, ya mungkin dia ga bisa menjadi permaisuri di kerajaan orang lain tapi mungkin dia bisa menjadi ratu di kerajaan yang dia bangun sendiri suatu saat nanti.


Senin, 17 Juni 2013

Harta Kita Sesungguhnya

Beberapa hari yang lalu saya berbincang dengan rekan kerja saya, dia cerita bahwa temen kita tabungannya gede banget nominalnya. Wuiih keren udah bisa ngumpulin segede itu, ai aku belum pernah bertengger uang di rekening sebanyak itu. Tapi alhamdulilah selalu cukup dan ga ngerasa kekurangan. Mungkin ini karena kekuatan syukur dan rasa cukup.

Padahal yang perlu kita ketahui bersama, harta yang sesungguhnya itu bukanlah harta yang ada di rekening tabungan kita atau dalam bentuk jenis investasi lainnya. Ada yang sesungguhnya bener-bener milik kita ada 3 macam yaitu : harta yang kita sodakohkan, harta yang kita makan dan pakaian yang kita kenakan sampai tuh pakaian berubah jadi keset itulah harta sesungguhnya kita.

Jadi ga usah sedih dan khawatir jika kita sudah berusaha dan berdoa mungkin tabungan kita ga nambah-nambah karena hasil kerja kita sebagian di berikan ke orang tua kita, sodara kita dll itu merupakan bentuk sedekah berarti harta kita bermanfaat. Tapi kan kalau ntar saya entar mau nikah kalau gini-gini terus kapan kumpulnya.

Ga usah khawatir tentang masa depan ga usah takut miskin jika kita sudah melakukan hal yang benar yaitu usaha mempeng, sungguh-sungguh dan bersedekah. maka tunggu saja keajaiban itu datang. Allah ga tidur ko Allah tahu yang terbaik buat hambanya.

Mungkin sekarang tabungan kita ga banyak-banyak amat karena untuk membantu sodara dan keluarga. Tapi kan ga tau ke depannya allah ngasih rezeki yang luar biasa. Kita harus seneng di kasih harta segini aja udah bermanfaat, insyallah jika diberi amanah yang lebih besar pun insyallah lebih bermanfaat lagi.

Karena di akherat nanti kita akan di tanya tentang perihal harta kita dari mana dan untuk apa. Maka kita harus selalu berdoa agar Allah selalu ngasih rejeki yang halal yang barokah yang bermanfaat. Jadi pendapatan banyak pengeluaran untuk sodaqoh banyak konsusmsi untuk pribadi secukupnya.

Insyallah itu harta yang berkah. Jangan sampai kita tergolong dan termasuk orang yang menumpuk-numpuk harta dan pelit mengeluarkan untuk sedekah dengan alasan investasi masa depan. Padahal investasi yang menjanjikan adalah sedekah karena allah karena orang yang sedekah tak pernah takut miskin hatinya akan merasa tercukupi dan selalu bersyukur.

Memilih Nikah Sirih

Kemaren saya habis pulang kampung, cerita nya dah kangen ma ibu. Seperti biasa setiap pulang kampung selalu saja saya dapat cerita-cerita unik dan menggelitik bahkan sampai cerita yang haru biru. Meskipun nan jauh disana tetep ga pernah tertinggal gosip heee.

Cerita kali ini yang membuat saya tertarik adalah banyaknya temen-temen SD saya lebih memilih nikah siri daripada nikah yang di akui negara dan agama. Apa karena biaya untuk menikah yang cukup lumayan mahal sedangkan kebutuhan untuk segera menikah tinggi. Kebetulan kemaren juga kan saya ngurus-ngurus jadi tahu berapa harga yang harus di keluarkan cuman sekedar mengurus administrasi menikah agar di akui negara. Sebenarnya sih murah loh cuman Rp 30.000,- tapi embel-embel ya itu loh yang mahal. 

Apalagi nikah nya ga di kantor KUA jauh di pelosok (ya karena emang desa saya jauh dari kota) dengan alasan transport dan operasional lah yang membuat dana membengkak. Alhasil bagian sebagian warga di kampung ku yang maaf pendidikan ya kurang dan ekonomi ke bawah memilih untuk menikah secara agama saja karena jauh lebih murah cuman mengundang kyai untuk menikahkan. Secara agama sih memang sah tapi secara negara kan ga di akui dan menurut saya sangat merugikan pihak perempuan, akibatnya kalo kenapa-kenapa ga bisa nuntut dan minta pertanggung jawaban.

Banyak tetangga-tetangga saya berkali-kali janda dan berkali-kali ganti suami dan bahkan ada yang habis nikah siri itu di tinggal pergi begitu saja karena mungkin udah ga cinta lagi dan lebih ekstrem lagi kalo di tinggalkannya dalama keadaan hamil. ahh betapa lemah nya kaum perempuan dimata laki-laki. Saya pikir di tahun 2013 ga akan adalagi nikah siri semacam itu ehh ternyata masih banyak dan itu dilakukan oleh para gadis di bawah umur dan di kalangan ekonomi ke bawah alasanya yang penting nikah laku ada yang ngasih makan.

Semoga ke depannya pejabat yang bertugas menikahkan bener-bener memebrikan kelonggaran kepada yang ga mampu sehingga mereka mau menikah secara agama dengan biaya murah. Sehingga tidak ada lagi janda-janda muda korban para laki-laki yang ga bertanggung jawab.